DALIL TAHLILAN KEMATIAN

Diposting oleh TBB AlHidayah pada 05:12, 01-Mar-13

Di: KAJIAN

SIAPA BILANG MAULID/ TAHLILAN/ YASINAN/7 BULANAN/TABUR BUNGA TIDAK ADA
DALILNYA ???????? Sedikit-sedikit minta dali, sedikit-sedikit minta dalil !!!!!! Ini dalil tahlilan/ maulidan/ yasinan/7 bulanan/ selamatan !!!! 1.Dalil pengkhususan waktu selamatan kematian (1
hari,3 hari,40 hari dstrsnya). “Termashurlah selamatan yang diadakan pada
hari pertama, ketujuh, empat puluh, seratus dan
seribu"
(Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti hal. 99,
192, 193). Perintah penyembelihan hewan pada hari tersebut: “Tuhan telah menciptakan hewan untuk upacara
korban, upacara kurban telah diatur sedemikian
rupa untuk kebaikan dunia.”
(kitab Panca Yadnya hal. 26, Bagawatgita hal. 5 no.
39). Perkataan ulama': “Upacara selamatan untuk memperingati hari
kematian orang Jawa hari ke 1, 7, 40, 100, dan 1000
hari, jelas adalah ajaran Hindu”
(Ida Bedande Adi Suripto laknatullah 'alaihi,lihat
kitab “Nilai-nilai Hindu dalam budaya Jawa). 2.Dalil selamatan (kenduri/ kenduren): Sloka prastias mai pipisatewikwani widuse bahra aranggaymaya jekmayipatsiyad aduweni narah”. “Antarkanlah sesembahan itu pada
Tuhanmu Yang Maha Mengetahui”. Yang gunanya
untuk menjauhkan kesialan"
(kitab sama weda hal. 373 no.10). a. Dewa Yatnya (selamatan) Yaitu korban suci yang
secara tulus ikhlas ditujukan kepada Sang Hyang
Widhi dengan jalan bakti sujud memuji, serta
menurut apa yang diperintahkan-N ya (tirta yatra) metri bopo pertiwi. b. Pitra Yatnya Yaitu korban suci kepada leluhur
(pengeling- eling) dengan memuji yang ada di
akhirat supaya memberi pertolongan kepada yang
masih hidup. c. Manusia Yatnya Yaitu korban yang diperuntukan
kepada keturunan atau sesama supaya hidup damai
dan tentram. d. Resi Yatnya Yaitu korban suci yang diperuntukan
kepada guru atas jasa ilmu yang diberikan
(danyangan). e. Buta Yatnya Yaitu korban suci yang diperuntukan
kepada semua makhluk yang kelihatan maupun
tidak, untuk kemulyaan dunia ini.
(kitab Siwa Sasana hal. 46 bab ‘Panca maha
yatnya’ dan pada Upadesa hal. 34). APA DASAR YANG LAIN DIDALAM HINDU ??? : # RUKUN IMAN HINDU (PANCA SRADA) yang harus
diyakini umat hindu 1. Percaya adanya sang hyang widhi. 2. Percaya adanya roh leluhur. 3. Percaya adanya karmapala. 4. Percaya adanya smskra manitis. 5. Percaya adanya moksa. # PANCA SRADA punya rukun, yaitu: • PANCA YAJNA (artinya 5 macam selamatan). 1. Selamatan DEWA YAJNA (selamatan yang
ditujukan pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau
biasa dikenal orang dalam istilah dengan,”
memetri bapa kuasa ibu pertiwi “). 2. Selamatan PRITRA YAJNA (selamatan yang DI
TUJUKAN PADA LELUHUR). 3. Selamatan RSI YAJNA (selamatan yang ditujukan
pada guru atau kirim do’a yang ditujukan pada
Guru, biasanya di punden/ ndanyangan ). Kalau di kota di namakan dengan nama lain yaitu
“SELAMATAN KHAUL” memperingati kiyainya/
gurunya &semisalnya , yang meninggal dunia. 4. Selamatan MANUSIA YAJNA (selamatan yang
ditujukan pada hari kelahiran atau dikota disebut
“ULANG TAHUN” ). 5. Selamatan BUTA YAJNA (selamatan yang
ditujukan pada hari kebaikan ), misalnya kita ambil
contoh biasanya pada beberapa masyarakat islam
(jawa) melakukan selamatan hari kebaikan pada
awal bulan ramadhan yang disebut “selamatan
MEGENGAN”. AKIBAT YANG TIDAK DI SELAMATI DALAM
KEYAKINAN HINDU, yaitu: Pertanyaan ?
orang tua kalau tidak diselamati apa rohnya
gentayangan? Buka dalilnya DIKITAB SUCI UMAT HINDU dikitab
SIWASASANA HALAMAN 46-47 CETAKAN TAHUN
1979. Bagi yang tidak mau selamatan mereka di
peralina hidup kembali dalam dunia bisa berwujud
menjadi hewan atau bersemayam di dalam pohon,
makanya kalau anda ke Bali banyak pohon yang dikasih kain-kain dan sajen-sajen itu, karena
mereka meyakini roh nya ada dalam pohon itu, dan
bersemayam dalam benda-benda bertuah misal
keris dan jimat, di hari sukra umanis (jum’at legi)
keris atau jimat di beri bunga&sajen-saj en. DEWA ASURA akan marah besar jika orang tidak
mau melakukan selamatan maka dewa asura akan
mendatangkan bala/bencana & membunuh
manusia yang ada di dunia. DEWA ASURA atau dikenal dalam masyarakat
dengan nama BETHARAKALA , anak ontang anting
harus diruwat(ritual dengan selamatan&sajen ) karena takut betharakala , sendhang kapit pancuran
(anak wanita diantara kedua saudara kandung anak
laki-laki) diruwat karena takut betharakala, rabi
ngalor ngulon merga rawani karo betharakala
(nikah tidak boleh karena rumahnya menghadap
utara&barat, karena takut celaka ). # AKIBAT YANG DI SELAMATI DALAM KEYAKINAN
HINDU, yaitu: Dalam keyakinan hindu bagi yang mau selamatan
maka mereka langsung punya tiket ke surga. 2. NASI TUMPENG
Konsep dalam agama hindu : dalam kitab MANAWA
DHARMA SASTRA WEDHA SMRTI ,BAGI ORANG YANG
BERKASTA SUDRA(KASTA YANG RENDAH) YANG
TIDAK BISA MEMBACA KALIMAT PERSAKSIAN : HOM SUWASTIASU HOM AWI KNAMASTU EKAM EVA
ADITYAM BRAHMAN ,BAGI YANG TIDAK BISA
MENGUCAPKAN KALIMAT DALAM BAHASA
SANSEKERTA DIATAS SEBAGAI PENGGANTINYA MAKA
MEREKA CUKUP MEMBIKIN TUMPENG, BENTUKNYA
ADALAH SEGITIGA, SEGITIGA YANG DIMAKSUT ADALAH TRIMURTI (SHIVA, VISHNU,
BRAHMA=>BRAHMAN ) ARTINYA TIGA MANIFESTASI IDA SANG HYANG WIDHI WASA , UMAT
HINDU MENGATAKAN BARANGSIAPA YANG MEMBIKIN
TUMPENG MAKA DIA SUDAH BERAGAMA HINDU. Dikitab BAGHAWAGHITA di jelaskan TUHAN nya
orang hindu lagi minum dan ditengahnya ada
tumpeng, dan di depan dewa brahma ada sajen-
sajen 3. Pemberangkatan mayat diwajibkan dipamitkan di
depan rumah lalu beberapa sanak keluarga akan
lewat di bawah tandu mayat (tradisi brobosan),
karena umat hindu meyakini brobosan sebagai
wujud bakti pada orang tua dan salam pada dewa,
dalam hindu mayat di tandu lalu diatasnya diberi payung, pemberangkatan mayat menggunakan
sebar/ sawur bunga, uanglogam, beraskuning,dll, lalu bunga di ronce(dirangkai dengan benang )lalu di taruh/ dikalungkan di atas beranda mayat. Hindu meyakini : a. Bunga warna putih mempunyai kekuatan dewa
brahma. b. Bunga warna merah mempunyai kekuatan dewa
wisnu. c. Bunga warna kuning mempunyai kekuatan dewa
siwa. Umat hindu berkeyakinan bunga itu berfungsi
sebagai pendorong do’a (muspha/
trisandya)&pewan gi. 4. KETUPAT
Didalam hindu roh anak menjelang hari raya pulang
kerumah, sebagai penghormatan orang tua kepada
anak, maka biasanya hindu setelah hari raya di
pasang kupat diatas pintu dan di bagi-bagikan
tetangga. Dengan penjelasan diatas maka teranglah bahwa
ritual-ritual itu bukanlah sesuatu yang baru (bid'ah)
dalam agama hindu, dikatakan bid'ah apabila itu
dikerjakan oleh umat islam dan dianggap bagian
dari ajaran islam. Seperti yang kita ketahui agama
islam lahir ribuan tahun setelah adanya agama hindu tersebut. Hanya saja beberapa "orang hindu"
itu menggunakan kalimat TAHLIL (Laa ilaha illallah)
atau membaca surat YASIN pada ritual-ritual
tersebut. Jadilah serupa tapi tak sama dengan
ajaran islam. Islam tidaklah mengenal ritual-ritual
tersebut, tidak ditemukan dalilnya baik didalam Alqur'an Al hadits maupun ijma' para sahabat.
meminjam istilah fiqih "laukana khairan
Lasabaquunaa ilaihi" (kalaulah seandainya
perbuatan/ amal itu baik, tentulah para sahabat mendahului kita mengerjakannya). Islam adalah agama yang sempurna, tidak perlu lagi
ditambah-tambah i dengan syari'at baru, bahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mewasiatkan
kpd kita agar menjauhi bid'ah dalam sabdanya:
“Jauhilah semua perkara baru (dalam agama),
karena semua perkara baru (dalam agama) adalah
bid’ah, dan semua bid’ah merupakan
kesesatan”. (HR Abu Dawud, no. 4607; Tirmidzi, 2676; Ad Darimi;
Ahmad; dan lainnya). “Sesungguhnya sebaik baik perkataan adalah
kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk
muhammad sholullah alaihi wasalam, sejelek-jelek
perkara adalah yang diada-adakan, setiap yang
diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu
sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” (HR Abu dawud , an-Nasa’i, Ahmad).
Kita tentu tak mau agama kita yang mulia ini
mengalami nasib serupa seperti agama-agama
samawi lainnya (Yahudi dan Kristen) dimana alasan
adat budaya telah mengambil alih dalil-dalil utama
kitab suci sendiri. Karena alasan menghormati leluhur dan budaya lokal.
Allah azza wajalla telah memperingati kita dalam
firmanNya: ”Dan apabila dikatakan kepada mereka :”Ikutilah
apa yang telah diturunkan Allah”. Mereka
menjawab :”(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti
apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek
moyang kami”. Apakah mereka akan mengikuti
juga, walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat
petunjuk?”
(Qs. Al-Baqarah:170) . Allah juga berfirman:
“Dan janganlah kamu mencampuradukka n Kebenaran dengan Kebatilan dan janganlah kamu
sembunyikan kebenaran sedangkan kamu
mengetahuinya”
(Qs. Al-Baqarah:42). Allah menyuruh kita untuk tidak boleh
mencampuradukka n ajaran agama islam (kebenaran) dengan ajaran agama Hindu (kebatilan)
tetapi kita malah ikut perkataan manusia bahwa
mencampuradukka n agama itu boleh, Apa manusia itu lebih pintar dari Allah? Selanjutnya Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu
ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata
bagimu”.
(Qs. Al-Baqarah:208) . Allah menyuruh kita dalam berislam secara kaffah
(menyeluruh) tidak setengah-seteng ah. Setengah Islam setengah Hindu. Dikutip dari: https:// www.facebook.com / romy.kazuki?grou p_id=0 & https:// www.facebook.com / photo.php?fbid=4 04203516337889& set=a.355303617 894546.82890.35 5245391233702&t ype=1&theater

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

1 tanggapan untuk "DALIL TAHLILAN KEMATIAN"

nana pada 12:42, 03-Mei-13

terimakasih pencarahannya, saya share di FB ini buat pelaku bid'ah

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar