apa itu SIROTHOL MUSTAQIM

Diposting oleh TBB AlHidayah pada 10:18, 19-Peb-13

Di: KAJIAN

Begitulah. Setiap hari kita sebagai seorang muslim
senantiasa meminta kepada Alloh agar
ditunjukkan shirothol mustaqimminimal tujuh belas
kali, yaitu tatkala membaca surat al-Fatihah di
dalam sholat kita. Tapi tahukah kita apakah
sesungguhnya yang selalu kita pinta itu? Sudahkah Alloh Ta’ala mengabulkannya? Definisi ‘Shirothol Mustaqim’ Secara bahasa shirothol mustaqim –sebagimana
dikatakan oleh Imam Abu Ja’far Ibnu Jarir ath-
Thobari di dalam Tafsir ath-Thobari: 1/170–
bermaknathoriq wadhih (jalan atau metode yang
jelas) yang tidak ada kebengkokan padanya.
Bahkan beliau menyatakan, yang disetujui pula oleh Imam Ibnu Katsir (Tafsir Ibnu katsir: 1/137),
bahwa definisi shirothol mustaqim tersebut
merupakan kesepakatan para imam ahli tafsir
seluruhnya. Kita tentu sudah maklum bahwa jalan atau metode
itu bermacam-macam. Namun jalan atau metode
yang lurus, yang tidak ada kebengkokan inilah
yang perlu kita ketahui. Dan itulah sesungguhnya
yang senantiasa kita pinta di setiap sholat kita.
Para ulama ahli tafsir dari kalangan para sahabat, tabi’in, dan selain mereka telah berbeda
pendapat tentang hal ini. Namun perbedaan
tersebut tetap bertemu dalam sebuah makna yang
sama. Abdulloh Ibnu Abbas dan
Jabir rodhiyallohu’anhuma mengatakan bahwa
maknanya ialah Islam. Pendapat ini juga diikuti
oleh Muqotil rohimahulloh. Sedangkan Abdulloh bin
Mas’udrodhiyallohu’anhu mengatakan bahwa
maknanya ialah al-Qur’an. Seperti yang diriwayatkan secara marfu’ dari Ali bin Abi
Tholib rodhiyallohu’anhu bahwa shirothol
mustaqim adalah Kitabulloh (al-Qur’an). Sedangkan menurut Said bin
Juber rodhiyallohu’anhu ia
bermakna thoriq (jalan) ke Surga. Sedangkan Sahl
bin Abdulloh mengatakan bahwa ia bermakna
jalan (ahli) sunnah wal jama’ah. Sedangkan
Bakar bin Abdulloh al-Muzani mengatakan bahwa ia bermakna jalan Rosululloh Shollallohu’alaihi
wa sallam. (Tafsir al-Baghowi: 1/54) Dari penjelasan para ulama ahli tafsir di atas bisa
kita pahami bahwa shirothol mustaqim,yang setiap
sholat kita pinta itu, ialah jalan
Rosululloh Sholallohu alaihi wasallam, jalan ke
Surga, adalah Kitabulloh, al-Qur’an, Islam, dan
jalan ahlu sunnah wal jama’ah. Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi (Aisarut
Tafasir: 1/5) berkata: ”Ihdina artinya tunjuki dan arahkanlah kami,
serta kekalkan petunjuk kami. Ash-shirothartinya
jalan yang menyampaikan ke keridhoan dan
Surga-Mu, yaitu berislam kepada-Mu. Al-
mustaqim artinya yang tidak ada penyelewengan
dari kebenaran dan petunjuk padanya. Makna ayat ini, dengan pengajaran dari Alloh Azza wa Jalla,
bahwa seorang hamba mewakili seluruh
saudaranya kaum mukminin mengucapkan doa
meminta kepada Robbnya setelah bertawassul
kepada-Nya dengan memuji, menyanjung, serta
mengagungkan-Nya. Lalu dengan perjanjian serta pengakuan –dia beserta seluruh saudaranya kaum
muslimin– untuk tidak beribadah selain hanya
kepada-Nya, dan tidak memohon pertolongan
selain kepada-Nya pula. Mereka meminta kepada-
Nya agar mengekalkan hidayah mereka ke Islam
dan dalam Islam sehingga tidak pernah terputus darinya.” Syaikh Abdurrohman Bin Nashir as-
Sa’di rohimahulloh (Taisirul Karimir
Rohman: 1/39) berkata: ”Kemudian Alloh Subhanahu wa
Ta’ala berfirman: …ihdinash shirothol mustaqim…
artinya tunjukilah kami, arahkanlah kami, serta
berikanlah taufiq kepada kami menujushiroth
mustaqim, yaitu jalan yang jelas yang menuju
kepada Alloh dan Surga-Nya, ialah mengetahui kebenaran serta mengamalkannya. Maka
tunjukilah kami menujushiroth dan tunjukilah kami
(tatkala kami telah) di shiroth. Petunjuk
menuju shirothialah memegangi (ajaran) agama
Islam dan meninggalkan agama apa pun selainnya.
Sedangkan petunjuk di dalam shiroth mencakup petunjuk menuju seluruh perincian ajaran Islam
secara ilmu serta amal. Do’a ini termasuk do’a
yang paling luas cakupannya dan paling
bermanfaat bagi hamba. Oleh karenanya wajib
bagi setiap manusia berdo’a kepada Alloh
dengan do’a tersebut di setiap roka’at sholatnya, mengingat kebutuhan hamba yang
sangat mendesak akan hal ini.” Jalan Orang-orang Yang Diberi Nikmat Jalan ahlu sunnah wal jama’ah yang
merupakan shirothol mustaqim adalah jalan ke
Surga. Ia merupakan jalan para pendahulu kaum
muslimin yang sholih, sebagaimana disebutkan
oleh Alloh Azza wa Jalla di dalam surat al-Fatihah,
bahwa ia merupakan jalan yang dilalui oleh mereka yang telah mendapat kenikmatan dari-
Nya Azza wa Jalla. Siapakah mereka itu semua?
Mereka adalah yang disebutkan oleh
Alloh Ta’ala di dalam firman-Nya (yang artinya): “Dan barangsiapa yang mentaati Alloh dan Rosul
(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan
orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Alloh,
yaitu nabi-nabi, parashiddiiqiin (orang-orang yang
amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran
rosul), orang-orang yang mati syahid, dan orang- orang sholih. Dan mereka itulah teman yang
sebaik-baiknya.” (QS. An-Nisa’ [4]: 69) Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam al-
Baghowi (Tafsir al-Baghowi: 1/54): “Tentang firman-Nya: …yaitu jalannya orang-
orang yang telah Engkau beri nikmat…artinya ialah
orang-orang yang telah Engkau anugerahi hidayah
dan taufiq. Ikrimah mengatakan: ‘Orang-orang
yang telah Engkau anugerahi keteguhan di atas
iman dan istiqomah, mereka ialah para nabi ‘Alaihimussalam.’ Ada pula yang mengatakan
bahwa mereka ialah siapa saja yang telah
Alloh Ta’ala teguhkan di atas iman, dari kalangan
para nabi dan orang-orang beriman yang
Alloh Azza wa Jalla sebutkan di dalam firman-Nya
(QS. an-Nisa’ [4]: 69 -pen).” Itulah shirothol mustaqim yang senantiasa kita
pinta kepada Alloh Ta’ala dalam setiap sholat
kita, bahkan setiap kita membaca surat al-Fatihah.
Kita senantiasa meminta shirothol mustaqim dan
senantiasa memohon agar dijauhkan dari jalan
orang-orang yang dimurkai dan jalan orang-orang yang tersesat. “Orang-orang yang dimurkai ialah Yahudi,
sedangkan orang yang tersesat ialah Nashroni.
Sebab Alloh Ta’ala telah menetapkan kemurkaan
bagi orang Yahudi, sebagaimana di dalam QS. al-
Maidah [5]: 60. Dan telah menetapkan kesesatan
kepada orang Nashroni, sebagaimana di dalam QS. al-Maidah [5]: 77.” (Tafsir al-baghowi 1/55) Allohu a’lam bish showab. sumber : http://
alghoyami.wordpress.com/2010/09/05/
ya-alloh-tunjukkan-kami-
%E2%80%98shirothol-mustaqim
%E2%80%99/
http://abunamira.wordpress.com
Posted by: ustd. Ali. S

ringkas.zip

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

Belum ada komentar. Tulislah komentar pertama!

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar